Visioner dan Optimisme Pemimpin

– Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana dan Presiden Joko Widodo –
Kerja keras, kerja cerdas, visioner, dan optimisme, adalah pakaian yang tak boleh ditanggalkan dalam suatu perjalanan meraih impian
____________________________



Tak ada satu manusia yang tahu tentang masa depan.

Tak peduli apakah ia pemimpin berkaliber dunia ataupun pemimpin di akar rumput. Kepastian akan masa depan, bukan berada dalam genggamannya.

Ini bukan terobosan inovasi semata. Ini adalah tentang karakter dan visioner seorang pemimpin. Karakter yang menampilkan bagaimana berpikir dan bertindak.

Manusia hanya bisa berkeyakinan dan bukan berkepastian.

Begitulah yang terjadi ketika Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana hendak mengangkat status institusi yang dinahkodainya. Sebagai pucuk pimpinan di Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, ia dan team-nya hanya bisa berupaya semaksimal mungkin, agar Polda Kalimantan Selatan dapat meraih satu peringkat lebih tinggi.

Pengajuan kenaikan tipologi kala itu, ternyata tak semulus jalan tol yang dibangun Pak Jokowi. Setelah kinerja, pelayanan publik, berikut inovasi dihamparkan Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana dihadapan Menpan-RB, ternyata masih ada beberapa hal yang dinilai kurang oleh Menpan-RB untuk pengajuan kenaikan tipologi Polda Kalimantan Selatan.

Namun, begitulah ketika sabdanya telah terikrar dan tekad telah terpatri dalam komitmen bersama kesatuannya. Meski perbekalan menuju kenaikan tipologi masih ada yang kurang, akan tetapi perjalanan itu tak boleh putus di tengah jalan. Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana tak lantas pasrah begitu saja. Bersama team-nya, ia segera membenahi apa yang dirasa kurang dalam penilaian Kemenpan-RB, hingga pengajuan kenaikan tipologi itu benar-benar terpenuhi dan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Apa yang dilakukan Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana dan team-nya, adalah kisah yang dapat dipetik pelajarannya. Pada hakikatnya, semua orang punya cita-cita yang tinggi. Namun, sejarah tak sedikit mencatat, banyak manusia bercita-cita besar, memiliki tujuan besar, tapi minim semangat juang. Sehingga, ketika terjadi kendala di tengah jalan, tak sedikit  yang pasrah dan kembali ke titik semula; titik aman dan nyaman.

Memang, tidak salah apabila manusia menghendaki kenyamanan dan keamanan dalam kehidupannya. Toh, memang begitu yang diharapkan manusia. Hidup dalam keadaan aman dan nyaman. Namun, yang tidak sadari, banyak dari mereka yang lupa bahwa kenyamanan saat ini, juga bisa ditingkatkan.

Semua kembali pada suratan kehidupan.

Untuk naik kelas, perlu ditebus dengan kinerja yang tak hanya biasa semata, akan tetapi perlu adanya kerja keras,  cerdas, visioner, serta optimisme, seperti yang dilakukan Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana ketika hendak menaikankelas-kan Polda Kalimantan Selatan lebih tinggi dari sebelumnya.

Berkata kerja keras, tekad kuat, dan pantang menyerah serta memiliki keyakinan yang tinggi, Polda Kalimantan Selatan pun telah berhasil naik tipologi; dari yang semula bertipologi B, menjadi Kepolisian Daerah dengan tipologi A.

Kerja keras, kerja cerdas, visioner, dan optimisme, adalah pakaian yang tak boleh ditanggalkan dalam suatu perjalanan meraih impian

 

Tag ,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *