Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tinggalkan Karya Terbaik untuk Masyarakat, Bangsa, dan Negara


– Inspektur Jenderal Polisi Drs. Rachmat Mulyana –
Menulislah. Karena dengan begitu, namamu akan abadi sebagaimana keabadian adalah milik mereka yang tercatat, bukan yang terlihat ataupun terdengar
_______________

Bak harimau mati meninggalkan belang atau gajah mati meninggalkan gading. Demikian pula dengan manusia. Memang, tak ada manusia yang abadi. Namun, manusia bisa memilih: dilupakan atau diabdikan.

Hidup tak ubah perjalanan panjang, yang di dalamnya terdapat tujuan untuk bermuara. Namun, hukum alam telah tersabda, untuk menggapai kebahagiaan dan kesuksesan, ternyata tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Suka dan duka, niscaya senantiasa mengiringi manusia menjawab tantangan yang merintangi perjalanan menuju muara akan perjalanan kehidupan.

Bekerja dan berkarya adalah keniscayaan dalam perjalanan hidup manusia. Bekerja menjadi keharusan manusia yang telah cukup umur. Bekerja adalah simbol kemandirian atas hasrat terpenuhinya kebutuhan hidup. Sedangkan berkarya adalah proses menciptakan sesuatu—yang tak hanya membutuhkan kemampuan, akan tetapi juga memerlukan peranan hati dan intuisi.

Inilah yang kemudian menjadi pembeda antara manusia yang diingat dan dilupakan. Bagi manusia yang tujuannya hanya bekerja—mengejar materi semata—tentu akan mudah dilupakan. Namun, beda halnya dengan manusia yang menempatkan peran berkarya dalam setiap pekerjaannya, niscaya namanya akan dikenang sepanjang masa.

Begitupun harapan akan anggota Polri—terlebih yunior saya—agar kiranya menempatkan peranan hati ketika menjalankan pengabdian. Melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat, yang tak hanya karena tugas institusi semata, akan tetapi mampu melibatkan peran hati di setiap melaksanakan tugas negara agar berbuah menjadi karya.

Pengalaman dalam bertugas tentu menghadirkan banyak kisah yang sayang apabila hilang ditelan zaman. Padahal, pengalaman adalah ilmu yang sangat berharga dan guru terbaik manusia. Namun, semua itu tentu akan hilang dan tidak bisa dirasakan oleh generasi selanjutnya apabila tidak diikat dalam tulisan.

Sejarah telah mencatat, sehebat dan semasyur apapun seseorang, niscaya akan tenggelam apabila tidak ada karya atau tulisan yang ditinggalkan. Berikan dan tinggalkanlah karya terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara dengan menuliskan pengalaman maupun pemikiran, yang kelak akan dipelajari, dikaji, bahkan dikenang oleh generasi penerus bangsa ini.

Jadilah manusia yang sebaik-baiknya dengan bermanfaat bagi sesama. Di mana pun bertugas, budayakan memberikan manfaat kepada masyarakat, bangsa, dan negara melalui karya-karya terbaik.

Pada akhirnya, memang tak ada manusia yang abadi. Suatu saat, nyawa akan kembali menghadap Illahi Robbi. Namun, manusia berkarya dan bermanfaat, niscaya akan selalu dikenang dan nama mereka tercatat dalam lembaran sejarah dan ilmu yang ditinggalkan—pemikiran dan pengalaman yang menginspirasi—niscaya menjadi amal berkepanjangan kendati raga telah berkalang tanah.

Menulislah.

Karena dengan begitu, namamu akan abadi sebagaimana keabadian adalah milik mereka yang tercatat, bukan yang terlihat ataupun terdengar.

Berkaryalah.

 

Salam,


IJP. Drs. Rachmat Mulyana|
Penulis ‘Polri Menjawab Tantangan’.


 

Tag ,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *