Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polri Menjawab Tantangan Mendapat Sambutan dari Kapolri

IJP. Drs. Rachmat Mulyana

Alhamdulillah, begitulah kata pertama yang terucap dari kami tatkala penantian itu telah datang. Kuranglebih satu bulan menunggu, akhirnya kesempurnaan atas karya kami yang bertajuk Polri Menjawab Tantangan telah tergapai.Sebagaimana karya-karya kami lainnya, Polri Menjawab Tantangan merupakan karya sederhana kami. Namun, dikarenakan adanya uraian kata dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang berkenan memberikan sambutan atas karya tersebut, maka bertambah bangga dan terhormat dengan adanya sambutan dari sosok nomor satu di institusi Tribrata.  

Tentunya, kami pun tak lupa menghaturkan rasa terimakasih kepada Bapak Kapolri, yang  telah berkenan membaca hingga membunuhkan penilaian bahkan apresiasi untuk Polri Menjawab Tantangan.

Polri Menjawab Tantangan merupakan gambaran tentang keprihatinan terhadap mutu pelayanan Polri yang masih menuai keluhan, kecaman, atau bahkan sinisme dari lapisan masyarakat. Materi-materinya Polri Menjawab Tantangan juga berasal dari tugas akhir kami ketika menempuh Pendidikan Sespimti Dikreg ke-21 tahun 2013 berikut arahan yang telah kami sampaikan ketika menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan kepada anggota Polri di Lambung Mangkurat. Namun demikian, agar tugas akhir itu bisa dinikmati, maka kami pun mengurai tugas akhir itu menjadi sebuah karya yang telah disesuaikan dengan perkembangan zaman yang di dalamnya terdapat rintangan dan tantangan yang harus dijawab oleh Polri. Selain itu,  Polri Menjawab Tantangan adalah sebagai masukan untuk pimpinan Polri dalam mengambil kebijakan terkait pembinaan karier SDM Polri dalam rangka membangun kualitas pelayanan kepolisian yang prima.

Sebagaimana rasa bangga dan terimakasih kami atas apresiasi dari Bapak Kapolri, dengan ini kami kembali berbagi—setelah sebelumnya sambutan Jenderal di Garis Promoter kami bagikan— kepada masyarakat dan juga kepada anggota di institusi Polri.

Adapun penilaian tentang Polri Menjawab Tantangan disampaikan oleh Kapolri dalam sambutannya sebagai berikut :

Baca selengkapnya

Pemolisian dan Kemitraan Strategis

IJP. Drs. Rachmat Mulyana

Pemolisian Masyarakat berasal dari terjemahan community policing, dan oleh beberapa ahli diterjemahkan menjadi Perpolisian Masyarakat dan Pemolisian Masyarakat. Istilah “Perpolisian Masyarakat” digunakan Polri pada Skep Kapolri No. Pol : 737/X/ 2005, namun dalam Perkap Nomor 7 Tahun 2008 digunakan istilah Pemolisian Masyarakat. Terdapat dua pendekatan berbeda dalam mengartikan policing—pasal satu bagian empat Perkap Nomor 7 Tahun 2008—dua pendekatan berbeda. Perpolisian adalah segala hal ihwal tentang penyelenggaraan fungsi Kepolisian, tidak hanya menyangkut operasionalisasi (taktik/teknik) fungsi Kepolisian tetapi juga pengelolaan fungsi Kepolisian secara menyeluruh mulai dari tataran manajemen puncak sampai dengan manajemen lapis bawah, termasuk pemikiran-pemikiran filsafati yang melatarbelakanginya. Sedangkan Pemolisian adalah pemberdayaan segenap komponen dan segala sumber daya yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan tugas atau fungsi Kepolisian guna mendukung penyelenggaraan fungsi kepolisian agar mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Baca selengkapnya

Sambutan Kapolri untuk Buku Jenderal di Garis Promoter

Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana

Terimakasih kami sampaikan kepada Kepala Kapolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Prof. Tito Karnavian, Ph.D, yang telah memberikan sambutan dalam karya kami berupa buku dengan tajuk ‘Jenderal di Garis Promoter’.

Sungguh, hal itu tentu saja menjadikan kebanggan kami atas kata nan berurai yang diberikan untuk karya sederhana kami tentang sebuah perjalanan pengabdian di bumi Lambung Mangkurat tatkala diamanti institusi sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.

Sebagaimana rasa bangga kami atas diberikan kata pengantar tersebut, perkenankanlah kami berbagi rasa bangga itu kepada masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat Kalimantan Selatan dan Polri di Kalimantan Selatan yang telah bersama-sama mewujudkan tipologi Polda Kalimantan Selatan menjadi Polda bertipologi A.

Adapun kata sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Prof. HM. Tito Karnavian, Ph.D, adalah sebagaimana kami cantumkan  di bawah ini ….

Baca selengkapnya

Harkamtibmas dalam Nawacita

Nawa Cita Pertama Presiden Joko Widodo telah jelas dinyatakan: Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara melalui keamanan nasional yang terpercaya.
Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana
Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana

Nawacita adalah bahasa yang diserap dari bahasa Sanskerta. Nawa berarti sembilan dan Cita berarti harapan, agenda, keinginan. Istilah ini merujuk visi dan misi Presiden Jokowi yang berisi agenda pemerintahan. Terdapat sembilan agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti : berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Adapun Nawacita Presiden Jokowi antara lain:

Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

Baca selengkapnya

Menyongsong Ekonomi Nasional Bersama Millenials


Demikianlah waktu yang kian terus bergerak hingga melahirkan era baru dalam setiap generasinya. Generasi lama berlalu, kemudian datanglah generasi baru, begitulah seterusnya.

Era Millenial telah tiba. Sebanyak 63 juta penduduk Indonesia usia 20-35 tahun akan memasuki era ini. Pada era millenial seperti saat ini,  mereka merupakan bagian dari tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia.  Terlebih lagi, di saat Indonesia mempunyai mimpi untuk menjadi negara dengan penghasilan tertinggi pada tahun 2045. Para millenial  tentu saja harus mendapat perhatian dari pemerintah—tanpa  tak terkecuali Polri—agar mereka dapat terdorong menjadi roda penggerak ekonomi Indonesia.

Demikianlah waktu yang kian terus bergerak hingga melahirkan era baru dalam setiap generasinya. Generasi lama berlalu, kemudian datanglah generasi baru, begitulah seterusnya.

Dari perubahan zaman, tentu ada satu hal dasar yang perlu dipersiapkan secara matang; penanaman kembali nilai-nilai serta tradisi-tradisi luhur kepada generasi yang telah memasuki era millenial ini. Dan Polri mempunyai tugas sebagai suri tauladan dalam hal itu. Agar para millenial tidak terjerumus dalam tindakan-tindakan amoral.

Baca selengkapnya