Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Strategi Lemdik Polri Menyongsong Strive for Excellence

Seiring derasnya arus globalisasi, tantangan tugas kepolisian pun dirasa semakin berat. Perkembangan teknologi, pasar bebas, demokratisasi dan tuntutan hak asasi manusia—merupakan suatu kondisi—di satu sisi memberikan sumbangan positif—sisi lain berpengaruh pada bidang  ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan—termasuk meningkatnya kualitas dan kuantitas ancaman terhadap gangguan kamtibmas dengan berbagai modus operandi yang dapat berpengaruh terhadap penyelenggaraan negara. Oleh karenanya, sebagai institusi yang bertanggungjawab atas penanganan keamanan, Polri perlu mempersiapkan personelnya agar mampu menjawab tantangan zaman yang berkembang begitu pesat

Reformasi kultural merupakan salah satu bidang yang tetap menjadi perhatian sangat penting dalam rangkaian grand strategy reformasi Polri, selain reformasi aspek struktural dan instrumental.

Perubahan mindset and cultureset bagi Polri merupakan jawaban terhadap tuntutan implementasi kepolisian yang democratic policing, transparan, akuntabel menjunjung tinggi supremasi hukum dan HAM—menuntut Polri agar senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas pokok Polri sesuai Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.

Guna mesukseskan program kerja Polri jangka menengah di tahun 2010-2014, terkait partnership building dan dilanjutkan periode ketiga, 2015-2025, tentang strive for excellence,  maka lemdikpol dan jajarannya sebagai centre of excellence, harus berperan dalam membentuk dan memelihara serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri.

Seiring perubahan dan dinamika masyarakat yang dipengaruhi arus globalisasi, maka tak ayal apabila kewajiban itu kemudian menjadi tantangan yang harus dihadapi Polri dalam pelaksanaan tugas yang tak semakin  rumit dan kompleks.

Oleh sebab itu, mengacu pada peran, tugas dan fungsinya, lemdikpol sudah sekiranya mampu melakukan berbagai upaya dalam membentuk dan membangun kualitas SDM Polri yang profesional, bermoral dan modern dalam pelaksanaan tugas pokok Polri secara efektif dan efisien, serta berwawasan global atau internasional.

Pada era gloibalisasi dan pasar bebas, manusia dihadapkan pada perubahan yang tidak menentu—tak ubah seperti nelayan di lautan lepas—bisa tersesat jika tidak memiliki kompas sebagai pedoman untuk bertindak saat mengarunginya.

Hal tersebut tentu berakibat terjadi hubungan yang bertautan antara pendidikan dengan pekerjaan atau one to one relationship. Apa yang terjadi di bidang pekerjaan dengan  harapan besar masyarakat, maka bisa jadi akan sulit diikuti oleh dunia pendidikan apabila di antara keduanya—pekerjaan dan pendidikan—melahirkan kesenjangan.

Belajar mengetahui, melakukan, hidup dalam kebersamaan, dan menjadi diri sendiri, merupakan empat pilar yang harus dipenuhi di dunia pendidikan Polri. Kultur dengan empat pilar tersebut, sudah seharusnya dikembangkan dalam pembangunan manusia di lemdik Polri, sebagaimana aspek manusia lebih penting dari -aspek lainnya. Kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat, juga berdampak timbulnya polarisasi dan rasionalisasi baru pada lingkup kejahatan modern dan hal itu menjadi berpengaruh profesionalisme Polri dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Polri dituntut meningkatkan kualitas melalui proses pendidikan dengan mendayagunakan teknologi informasi. Oleh karenanya, berdasarkan latarbelakang tersebut, maka sistem pendidikan Polri pun sudah sekiranya dapat melakukan pembenahan, di antaranya: 

  • Mempersiapkan SDM Polri yang berpengetahuan teruji pada tataran teori dan praktik yang berkaitan dengan masalah sosial dalam melaksanakan tugas pemolisian
  • Mengelola Sumber Daya Manusia agar dapat berperan strategis dalam meningkatkan kinerja, produktivitas dan pencapaian tujuan organisasi sebagaimana Sumber Daya Manusia merupakan modal dasar untuk memberikan pelayanan masyarakat
  • Mengembangkan kompetensi SDM dengan penyusunan kurikulum yang lebih aplikatif untuk  membentuk Polri yang profesional, memiliki mahir dan terpuji, serta memiliki tingkat kepatuhan hukum yang tinggi dengan mengaktifkan dewan kurikulum, menyerasikan kurikulum antar jenis dan jenjang pendidikan, kurikulum berbasis kompetensi, lembaga sertifikasi profesi, serta mengarahkan kurikulum pada filosofi pendidikan Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *