Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sekapur Sirih tentang IJP. Drs. Rachmat Mulyana

– Bersama belahan jiwanya, Atiek Rachmat Mulyana –
Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana adalah seorang ayah dengan empat putra bersama belahan jiwanya, Atiek Rachmat Mulyana
_______________________

Rachmat Mulyana, begitulah nama itu diberikan orangtuanya ketika ia terlahir di tahun 1965. Ia adalah seorang ayah dengan empat putra bersama belahan jiwanya, Atiek Rachmat Mulyana.

Rachmat Mulyana terlahir dari orangtua yang bertugas di TNI-AU. Berkat didikan orangtua, ditambah dengan tempat tinggal di lingkungan militer, rupanya telah mengantarkan jiwa Rachmat Mulyana untuk mengikuti jejak orangtuanya untuk menjadi seorang tentara.

Tahun 1984 Rachmat Mulyana, yang tengah berusia 19 tahun, mendaftarkan diri dan masuk AKABRI. Namun, cita-citan menjadi tentara ternyata tak berbuah sebagaimana mustinya. Hasil tes menyatakan kemampuan Rachmat Mulyana tidak terletak di ketentaraan akan tetapi kemampuan tersebut akan lebih berguna apabila diberdayakan di kepolisian.

Bakat kepemimpinan Rachmat Mulyana sudah terlihat sejak kecil. Tegas, displin, dan tidak suka membuang-buang waktu merupakan tabiat yang didapat dari ayahnya yang notabene tentara.

Bakat kepemimpinan itupun dipercayakan kepadanya ketika bersekolah di Cimahi, Bandung. Rachmat Mulyana kerap dijadikan ketua kelas atau pimpinan organisasi di sekolah.  Bermain, belajar, dan mengaji, merupakan rutinitas Rachmat Mulyana yang telah dilakukannya sejak kecil, yang seiring berjalannya waktu terbawa hingga ia mengemban amanat sebagai Jenderal Bintang Dua.

“Kalau ingat masa kecil, pasti enggak akan ada habisnya. Didikan orangtua, doa, dan perjuangan yang sangat keras adalah modal menjadi seperti sekarang ini. Guru, ustadz, dan teman sepermainan, juga punya peran dan pengaruh terhadap pengalaman dan pemahaman saya. Tanpa mereka, saya tak bisa seperti saat ini. Beribu terimakasih kepada orangtua, guru, ustadz, teman sepermainan dan rekan serta pimpinan Polri. Terimakasih,” ucap Rachmat Mulyana tatkala mengenang masa lalu yang tak bisa dilupakannya.

Sosok Jenderal Bintang Dua itu memang terkenal tegas. Namun, ketegasan yang telah menjadi darahdagingnya itu tetap dimbangi dengan humanisme-nya. Tugas yang diemban pun tak ada yang tak berhasil diselesaikan bersama team work-nya. Solid dan displin, itulah yang selalu ditanamkan Rachmat Mulyana kepada diri dan juga team work-nya. Sejak lulus dari AKPOL tahun 1988, berbagai tugas pun telah dilaksanakan Rachmat Mulyana, di antaranya :

Tag ,,