Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pesan Menghujam Sang Jenderal untuk Taruna Kembar

Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana bersama Taruna Kembar-nya

Taruna Kembarku .., jadilah kelak kalian sebagai staff yang loyal pada kesatuan dan pemimpin yang tidak munafik, tegas, tapi tetap mengendepankan humanis—tulis Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana di akun rachmat_mulyana88

-oOo-

Setiap orangtua, pasti ingin anaknya menjadi lebih baik daripada dirinya. Didikan, nasihat, serta doa yang dihamparkan orangtua, tak lain dipersembahkan untuk buah hati tercintanya, agar dalam menjalani kehidupannya senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kemanfaatan yang berguna untuk lingkungan sekitar, masyarakat, bangsa, negara serta agamanya.
Doa dan nasihat itupula yang tak terkecuali dipanjatkan Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana kepada kedua taruna kembarnya, yang tengah mengeyam pendidikan di Akademi Kepolisian. Sebagai seorang Jenderal yang telah memahami visi dan misi institusi, Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana  selalu memberikan arahan tanpa terkecuali pesan menghujam agar terpatri di sanubari kedua taruna kembarnya.

Pesan yang ditulis di akun instagram-nya, @rahmat_mulyana88, bukanlah pesan yang sekali tertulis. Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana, tak pernah absen memberikan arahan kepada taruna kembarnya, bila kelak selesai melaksanakan pendidikan dan kelak bertugas di kesatuan, agar merekamenjadi staff yang loyal dan pemimpin tegas tanpa meninggalkan humanis.Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana sangat memahami bagaimana hakikat visi dan misi Promoter Kapolri. Sebagai Jenderal yang banyak membidangi Sumber Daya Manusia di institusi kepolisian, ia pun memiliki tanggungjawab besar terhadap sumber daya manusia kedua taruna kembarnya. Jenderal yang terlahir ketika malam idul fitri itu, tentu saja memiliki tanggungjawab secara moral, baik sebagai orangtua maupun sebagai seorang jenderal yang notabene harus memberi contoh dan arahan membangun untuk semua generasi kepolisian, terlebih lagi untuk kedua taruna kembarnya.

Begitulah kuranglebih yang disampaikan Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana. Untuk menjadi Bhayangkara yang Promoter diharuskan mengetahui visi terlebih dahulu. Begitupun ketika menjadi pemimpin, yang tak jarang dirundung probelmatika kondisi dan situasi, semua itu harus dipahami dengan kepekaan. Sebab, dengan kepekaan tersebut, niscaya masalah yang acap kali datang tanpa diundang itu bisa bisa diselesaikan layaknya mendapatkan ikan tanpa harus membuat air menjadi keruh. Oleh karena itu, kepekaan harus ditingkatkan dan jangan menjadi polisi yang tidak memiliki struggle dan komitmen.

Sumber daya manusia adalah syarat utama yang harus dibangun. Semua harus kalian dipersiapkan sedini mungkin. Tak ada pemimpin yang lahir dalam waktu semalam. Semua pemimpin berawal dari calon pemimpin, yang terlebih dahulu digembleng oleh wadah pendidikan ataupun terpaan yang diberikan oleh alam semesta. Satu hal yang pasti, terpaan dan gemblengan itu, tak lain adalah untuk menciptakan pemimpin yang punya warna dan karakter kuat. Begitupula di era promoter seperti saat ini. Syarat utama menjadi polisi promoter adalah mau berubah dan berkomitmen. Polisi yang tak hanya pandai berkomentar, tetapi harus bisa menjadi agent of change sebagai pemimpin kompetitif yang mampu berkompetisi.Bangun dan terpa diri agar menjadi polisi promoter dengan keikhlasan dan kesungguhan. Ini adalah zamannya promoter. Berpikir dan bertindaklah secara promoter. Bahkan, bila perlu, lakukanlah hal itu sebelum promoter untuk mempersiapkan dan membangun diri menjadi abdi Bhayangkara yang unggul. Promoter tidak mungkin terwujud apabila abdi Bhayangkaranya tidak memiliki keunggulan dan kompetitif. Jadikanlah Promoter sebagai visi dan tujuan untuk membangun sumber daya, sebagai manusia pada umumnya maupun manusia Bhayangkara.

Jujur, berani, solutif, tuntas, proaktif, tidak cuek, tidak reaktif, berpikir ke depan, aktual, kontekstual, fleksibel dalam situasi, harus dibangun agar kalian bisa menjadi manusia sekeligus abadi Bhayangkara yang promoter. Jangan pernah menilai sesuatu dengan pikiran dan hati secara individu. Jangan pernah merasa tempat yang ditempati adalah terburuk. Percayalah, meski di tempat yang dianggap terburukpun, ada rahasia Tuhan yang tentu tidak diketahui.

Ketika kalian menjadi seorang pimpinan, jadilah pemimpin yang baik. Menjadi pimpinan itu mudah. Namun, perlu proses. Tidak instan dan perlu experience serta memiliki kemampuan manajemen yang dapat mengambil keputusan berdasarkan referensi dan kepekaan.
Menjadi pemimpin itu harus segera menganalisis apa yang terjadi. Membuat perubahan yang berbeda, tapi positif. Gagas dan ciptakan diferensiasi positif sebagai agent of change dalam kesatuan, maka itulah karakter kepemimpinan.

Jangan hanya mengejar status sebagai sarjana kepolisian. Jadilah sarjana kepolisian yang betul-betul menguasai ilmu. Orang yang hanya mengejar status adalah orang yang tak punya integritas dan tidak percaya diri, makanya orang semacam itu menghalalkan segala cara. Jangan takut berbuat baik dan jujur. Kembangkan diri untuk menjadi manusia sejati yang memegang teguh amanat institusi dan negara serta harapan masyarakat. Perkaya dengan pengalaman komunikasi, kemampuan diplomasi, leadership, untuk membentuk diri sebagai pemimpin kuat dan berkarakter.

Pemimpin harus strong leadership, tidak cengeng, bukan manusia kardus, yang tidak berani mengambil keputusan tegas. Persiapkan diri mulai dari sekarang. Teruslah membangun diri dan ajaklah orang di sekitar kalian untuk turut serta menjadi pemimpin masa depan, bukan pemimpin bermental pecundang.

20 gagasan untuk “Pesan Menghujam Sang Jenderal untuk Taruna Kembar

  • Oktober 29, 2018 pukul 4:51 pm
    Permalink

    Kata kata ini yg menjadi sumber inspiratif saya..bahwa ” pemimpin harus strong leadership, tidak cengeng, bukan manusia kardus yg tidk berani mengambil keputusan tegas…””
    Siap…bahwa hidup adalah pilihan Jenderal…

    Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:12 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Aalamiin. Terimakasih. Semoga bermanfaat

      Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:11 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Aalamiin. Terimakasih

      Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:11 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Aalamiin. Terimakasih

      Balas
  • Oktober 30, 2018 pukul 10:30 am
    Permalink

    siap Jenderal
    pemimpin harus bisa menjadi seorang pemimpin yang jenderal sampaikan
    menuntut ilmu bukan sekedar gelar melainkan menuntut ilmu setinggi mungkin untuk masyarakat bangsa dan negara

    Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:11 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Aalamiin. Terimakasih

      Balas
  • Oktober 30, 2018 pukul 10:31 am
    Permalink

    Jadilah Pemimpin Yang amanah yang bisa membela masyarakat bawah..Jangan arogan Dan selalu menjadi kebanggan Orang TUA Dan keluarga

    Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:11 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Aalamiin. Terimakasih

      Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:11 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Aalamiin. Terimakasih

      Balas
  • Oktober 30, 2018 pukul 10:36 am
    Permalink

    Tetap semangat, semoga kelak menjadi pemimpin yang bijaksana dan menginspirasi..

    Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:10 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Aalamiin. Terimakasih

      Balas
  • Oktober 30, 2018 pukul 10:36 am
    Permalink

    Tetap semangat, semoga kelak menjadi pemimpin yang Promoter dan amanah dalam mengemban tugas. Maju terus Polisi Indonesia karna Polisi bukan sekedar Profesi tapi jalan untuk mengabdi.

    Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:10 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Aalamiin. Terimakasih

      Balas
  • Oktober 30, 2018 pukul 10:39 am
    Permalink

    Tetap semangat, semoga kelak menjadi pemimpin yang bijaksana dan menginspirasi.. amiin

    Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:09 am
      Permalink

      Aamiin Ya Robal Alamiin. Terimakasih

      Balas
  • Oktober 30, 2018 pukul 10:41 am
    Permalink

    sosok pemimpin seperti yang Jenderal sampaikan adalah sosok pemimpin yang sangat dibutuhkan negara saat ini
    Jenderal adalah pemimpin panutan kami

    Balas
    • Oktober 31, 2018 pukul 6:09 am
      Permalink

      Aamiin Ya RObal Aalamiin. Terimaksih doanya.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *