Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pemolisian dan Kemitraan Strategis

IJP. Drs. Rachmat Mulyana

Pemolisian Masyarakat berasal dari terjemahan community policing, dan oleh beberapa ahli diterjemahkan menjadi Perpolisian Masyarakat dan Pemolisian Masyarakat. Istilah “Perpolisian Masyarakat” digunakan Polri pada Skep Kapolri No. Pol : 737/X/ 2005, namun dalam Perkap Nomor 7 Tahun 2008 digunakan istilah Pemolisian Masyarakat. Terdapat dua pendekatan berbeda dalam mengartikan policing—pasal satu bagian empat Perkap Nomor 7 Tahun 2008—dua pendekatan berbeda. Perpolisian adalah segala hal ihwal tentang penyelenggaraan fungsi Kepolisian, tidak hanya menyangkut operasionalisasi (taktik/teknik) fungsi Kepolisian tetapi juga pengelolaan fungsi Kepolisian secara menyeluruh mulai dari tataran manajemen puncak sampai dengan manajemen lapis bawah, termasuk pemikiran-pemikiran filsafati yang melatarbelakanginya. Sedangkan Pemolisian adalah pemberdayaan segenap komponen dan segala sumber daya yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan tugas atau fungsi Kepolisian guna mendukung penyelenggaraan fungsi kepolisian agar mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Baca selengkapnya

Harkamtibmas dalam Nawacita

Nawa Cita Pertama Presiden Joko Widodo telah jelas dinyatakan: Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara melalui keamanan nasional yang terpercaya.
Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana
Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana

Nawacita adalah bahasa yang diserap dari bahasa Sanskerta. Nawa berarti sembilan dan Cita berarti harapan, agenda, keinginan. Istilah ini merujuk visi dan misi Presiden Jokowi yang berisi agenda pemerintahan. Terdapat sembilan agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti : berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Adapun Nawacita Presiden Jokowi antara lain:

Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

Baca selengkapnya

Menyongsong Ekonomi Nasional Bersama Millenials


Demikianlah waktu yang kian terus bergerak hingga melahirkan era baru dalam setiap generasinya. Generasi lama berlalu, kemudian datanglah generasi baru, begitulah seterusnya.

Era Millenial telah tiba. Sebanyak 63 juta penduduk Indonesia usia 20-35 tahun akan memasuki era ini. Pada era millenial seperti saat ini,  mereka merupakan bagian dari tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia.  Terlebih lagi, di saat Indonesia mempunyai mimpi untuk menjadi negara dengan penghasilan tertinggi pada tahun 2045. Para millenial  tentu saja harus mendapat perhatian dari pemerintah—tanpa  tak terkecuali Polri—agar mereka dapat terdorong menjadi roda penggerak ekonomi Indonesia.

Demikianlah waktu yang kian terus bergerak hingga melahirkan era baru dalam setiap generasinya. Generasi lama berlalu, kemudian datanglah generasi baru, begitulah seterusnya.

Dari perubahan zaman, tentu ada satu hal dasar yang perlu dipersiapkan secara matang; penanaman kembali nilai-nilai serta tradisi-tradisi luhur kepada generasi yang telah memasuki era millenial ini. Dan Polri mempunyai tugas sebagai suri tauladan dalam hal itu. Agar para millenial tidak terjerumus dalam tindakan-tindakan amoral.

Baca selengkapnya

Melawan Hoax dengan Pola Pikir

Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata membawa pada hal kontradiktif. Positif dan negatif. Pasalnya, masih banyak masyarakat kurang menyadari bahwa yang dilakukan ternyata salah. Atau, sebaliknya. Meski tahu yang dilakukan salah, mereka tetap mengedepankan sikap acuh atau apatis.

Jika padangan manusia sudah apatis terhadap apa yang dilakukan, maka akan bermuara pada kerusakan moral serta tatanan kehidupan. Mereka juga akan terjebak oleh model pemikiran pendek, yang menganggap biasa atas terjadinya tindakan amoral dan kriminalitas.

Seiring negeri ini menyongsong  pesta demokrasi, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019, issu-issu menghangat pun bermunculan ke permukaan. Dari tujuh kontainer yang berisi kertas suara yang telah dicoblos, hingga fenomena artis yang ‘menjemput rezeki 2019’ di Surabaya, tak pelak menjadi perbincangan dan kegaduhan di dunia nyata dan maya.

Seolah tak ada habisnya, Indonesia terus diguyur berbagai fenomena. Sabda alam berupa musibah hingga semakin merjalelanya hoax, seolah menjadi pembukti atas ucapan Bapak Proklamator Indonesia; musuh terberat bukanlah melawan penjajah, akan tetapi melawan bangsa sendiri.

Baca selengkapnya

Polri di Tengah Pusaran Revolusi Industri dan Sosial Media

Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana

Memasuki  revolusi industri yang tak terelakan, banyak elemen-elemen di dunia yang sudah mulai menyesuaikan diri. Begitupun tak terkecuali dengan elemen-elemen negara, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Perkembangan media sosial  semakin tak terbendung. Yang awalnya, hanya digunakan memajang foto serta komunikasi via tulisan, sekarang hampir semua media sosial bisa digunakan komunikasi dengan cara video call. Begitupun, sisi penggunanya, jika dulu hanya menyasar kalangan menengah ke atas, kini hampir semua kalangan menjadi pengguna serta penikmat media sosial.

Memasuki  revolusi industri yang tak terelakan, banyak elemen-elemen di dunia yang sudah mulai menyesuaikan diri. Begitupun tak terkecuali dengan elemen-elemen negara, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Arus informasi memang sudah luas dan lebat penyebarannnya. Hal itu tentu akan menggerus siapa saja yang tidak bisa menyesuaikan. Belum lagi, atmosfir kehidupan yang perlahan telah memasuki revolusi industri 4.0, menuntut manusia untuk saling terintegrasi dalam alat bernama teknologi.

Baca selengkapnya