Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polri Siap Menjawab Tantangan

Sumber Daya Manusia merupakan unsur utama dalam menjalankan organisasi. Selama ini terdapat rumor tentang rekrutmen anggota Polri yang kurang baik. Ini merupakan tantangan bagi Polri untuk mewujudkan rekrutmen calon anggota Polri yang berkualitas untuk menghasilkan polisi yang professional dengan syarat yang harus dipenuhi: memenuhi standar yang telah ditentukan; fisik, psikologi, kesehatan dan knowledge serta dilakukan melalui proses seleksi oleh panitia.

Polri Menjawab Tantangan 

Polri adalah organisasi yang professional, sehingga harus dibangun dan dikembangkan dengan profesionalitas. Perwiranya harus dibekali dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan, mentalitas serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana. Ini merupakan visi dan misi Kapolri untuk membangun Polri yang profesional dan modern serta mampu mewujudkan kepercayaan masyarakat, dan pembangunan SDM.

Era modern, juga telah menyuguhkan masyarakat dengan hal-hal berbau teknologi. Begitupun dengan Polri—mau tidak mau—harus bisa lebih berteknologi daripada masyarakat. Satu hal yang pasti, era modern juga menyuguhkan kejahatan yang berbasis modern. Untuk menjawab segala bentuk tantangan di era teknologi dan informasi, Polri harus lebih mampu menciptakan sistem untuk menanggulangi dan mengantisipasi terjadinya kecurangan-kecurangan dalam proses pencarian bibit unggul dan kompetitif, agar dalam pelaksanaan tugasnya kelak, Polri memiliki anggota yang  profesional, berkualitas, humanis dan relijius dengan tetap berada pada garis Promoter.

Komitmen Kapolri saat fit and propertes, bahwa dalam rangka refomasi internal dan kultural kuncinya adalah pengelolaan personel. Khususnya, pembinaan karier right man on the right job, meskipun dalam hal ini masih ada kendala yang disebabkan dari faktor di luar Polri yang ikut berpengaruh dan berasal dari internal Polri.

Penyusunan buku ini dimaksudkan memberikan gambaran tentang keprihatinan penulis terhadap mutu pelayanan Polri di seluruh Indonesia, yang masih banyak menuai keluhan, kecaman, atau bahkan sinisme dari berbagai lapisan masyarakat.

Penulisan buku ini—di samping sebagai pertanggungjawaban tugas akhir menempuh Pendidikan Sespimti Dikreg ke-21 TA pada 2013, juga terdapat arahan dan pesan moral saya selaku Kepala Daerah Kalimantan Selatan tahun 2017, tentang bagaimana anggota Polri di Lambung Mangkurat menjawab tantangan zaman. Namun, dari semua itu, hal yang terpenting dari penulisan buku “Polri Menjawab Tantangan” adalah sebagai bahan masukan kami untuk pimpinan Polri dalam mengambil kebijakan terkait pembinaan karier SDM Polri, guna menyiapkan Bintara Polri dalam rangka membangun kualitas pelayanan kepolisian yang prima. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu menggambarkan apa yang ada dalam kegiatan atau proses pembinaan karier SDM Polri. Kemudian melakukan analisa terhadap data yang ada dan kepustakaan yang jadi rujukan, untuk kemudian dituangkan dalam satu naskah tulisan yang utuh dan terintegrasi. Oleh sebab itu, menurut hemat penulis, penulisan sangatlah tepat menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang dilakukan dengan melihat proses–proses pembinaan karier di tingkat Mabes Polri.

Penulisan buku berjudul: ‘Polri Menjawab Tantangan’ merupakan panggilan jiwa dan salah satu ikhtiar penulis untuk ikut menciptakan Polri yang Promoter dalam rangka menjawab tantangan zaman kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Jakarta, 02 November 2018

Penulis,

Inspektur Jenderal Polisi. Drs. Rachmat Mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *