Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengaruh Media untuk Peradaban Bangsa

Irjen Pol Drs. Rachmat Mulyana

Inspektur Jenderal Polisi Drs. Rachmat Mulyana –
Pada akhirnya, gangguan kamtibmas tak hanya seputar kriminalitas belaka, keresahan dan kemarahan masyarakat yang didapat dari suguhan berita kurang bertanggungjawab, juga dapat menyebabkan terganggunya keamanan, kedamaian, ketentraman, dan kelangsungan hidup bermasyarakat
____________________


Sebenarnya, tak ada ilmu hitam di dunia ini. Hitam dan putih suatu pengetahuan, semua kembali kepada si pemegangnya. Semua ilmu pada dasarnya adalah putih atau bisa disebut ilmu kebaikan atau kebenaran.

Namun, seiring watak manusia yang dipenuhi  iri, serakah, dendam, maka seiring itupula fungsional keilmuan berubah menjadi hitam—dipergunakan untuk keburukan ataupun kejahatan. Begitupula dengan daya cipta, kreasi, penemuan, hingga terlahirnya wahana yang awalnya diciptakan untuk kemanfaatan, bisa berubah di tangan manusia yang tak bertanggungjawab.

Segala bentuk ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, tak lain bersumber dari Sang Pencipta—dan Ia tak mungkin mengajarkan keburukan kepada hamba-Nya. Hanya saja, dengan akal dan pikirannya, ilmu yang dasarnya untuk kemaslahatan, acap kali disalahgunakaan oleh manusia.

Telah banyak bukti merebak. Tak sedikit ilmu yang tadinya suci, dinodai untuk kepentingan pribadi atau golongan. Ilmu pengetahuan yang seharusnya dipergunakan untuk kebaikan dan kemanfaatan, berbuah menjadi pengetahuan yang dipergunakan untuk saling serang, hujat, bahkan memicu peperangan dan kehancuran suatu peradaban.

Tak usah berpetualang mencari pembuktian atas ilmu pengetahuan yang kini banyak disalahgunakan. Perkembangan zaman yang semakin modern, serta teknologi yang telah menjadi kebutuhan, menyalahgunakan ilmu pengetahuan dan informasi sangat mudah dilakukan kendati jarak berjauhan. Kemudahan teknologi yang seharusnya dimanfaatkan untuk kemajuan, berubah fungsi menjadi teknologi yang dipergunakan untuk saling menghancurkan. Memang, kendati bukan fisik, berita hoax yang disebarkan, tentu merusak jiwa dan pikiran, bukan?

Berita hoax tak hanya melanda ibukota yang didapuk sebagai pusat kemegahan. Berita bohong atau provokatif, juga menjadi konsumsi masyarakat akar rumput di tengah kecanggihan teknologi yang ada di genggamannya.

Perkembangan teknologi dan informasi—selain berdampak memberi kemudahan melakukan pekerjaan—ternyata juga berdampak pada kehancuran jiwa, pikiran, dan moral pengguna bila tidak bijak menggunakan alat bernama teknologi itu.  Faktanya, sosial media yang tercipta—yang tadinya ditujukan sebagai sarana interaksi dengan kaum kerabat yang berjauhan—berubah menjadi sarana saling menghancurkan kejiwaan dan pikiran antar pengguna.  Merebaknya berita hoax, akhirnya mengalir ke pelosok desa yang terbilang jauh dari ibukota.

Tag ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *