Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Menyerap Lima Sifat Pemikiran Sun Tzu

Pemikiran Sun Tzu tentang ilmu siasat, kepemimpinan, dan pengelolaan, bukan  menggambarkan tentang hakikat perang semata. Jauh daripada itu, pemikiran Sun Tzu juga bisa diterapkan  di dalam manajemen modern.

Meski pemikiran Sun Tzu terlahir di masa lampau,  akan tetapi buah dari pemikirannya masih relevan untuk mengatasi permasalahan di zaman modern, baik itu di kalangan eksekutif pemerintahan, TNI, Polri, dan  berbagai kalangan lainnya.

Relevensi Sun Tzu bagi Polri, bisa disimak melalui pandangannya yang menyatakan, panglima adalah pengawal negara. Jika pengawalannya tidak ada kelemahan, maka negara akan kuat. Jika ada kelemahannya, maka negara  akan lemah.

Terkait pentingnya menyesuaikan diri dengan perubahan dan dinamika sosial-budaya, Sun Tzu menganjurkan agar menjadi pemimpin yang mampu mengatasi perubahan dengan lentur–seorang panglima atau pemimpin harus mampu mengetahui seni  memimpin ‘peperangan’.

Sun Tzu melihat bahwa dapat atau tidaknya seorang panglima mengatasi perubahan dengan lentur, sangat bergantung pada individu seorang pemimpin. Pada tataran ini—merujuk pandangan Sun Tzu—tak salah apabila  pimpinan Polri kiranya menyerap inspirasi dari Sun Tzu tentang lima sifat yang saling melengkapi, di antaranya : Tao, Langit, Bumi, Panglima, Sistem.

 Adapun yang dimaksud dengan Tao adalah jalan yang sesuai dengan hukum moral yang mendatangkan dukungan rakyat kepada rajanya—dapat sehidup-semati dengan rakyat meski berada dalam bahaya. Sementara langit adalah pengaruh cuaca dan musim, siang-malam, panas-dingin, dan lain-lain. Bumi adalah pengaruh medan, kedudukan geografis, jauh-dekat, curam-datar, luas-sempit, dan hidup-mati. Kemudian, Panglima adalah sifat bijaksana, dapat dipercaya, pengasih-penyayang, berani dan tegas keras. Semua itu merupakan empat sifat saling melengkapi dan harus ada pada diri seorang penglima.  Sedangkan yang dimaksud dengan sistem adalah susunan dan organisasi sistem pembinaan personil dan  pembinaan materiil.

Kelima faktor tersebut tidak boleh ditanggalkan dan harus dipelajari oleh mereka yang ingin atau dijadikan  panglima. Yang mengetahuinya  akan menang, yang tidak mengetahuinya akan kalah. Begitulah kuranglebih pesan dari Sun Tzu. Hal yang tak kalah penting dari kebijakan Sun Tzu dan patut direnungkanadalah tentang hakikat seorang panglima yang harus memahami makna perang—yang bisa diartikan pula dengan seorang panglima atau pemimpin harus mampu memegang nasib rakyat dan menjadi penentu keselamatan negara.

Sun Tzu berpandangan bahwa seorang panglima yang bijaksana harus selalu melingkupi kedua segi dari setiap soal; untung dan  rugi. Selain untung, seorang panglima juga harus memikirkan kerugian untuk mencapai tujuan. Begitupun sebaliknya, di samping kerugian yang hendak diatasi, seorang pemimpin atau panglima juga harus memikirkan segi keuntungan, sehingga kesulitan yang dihadapin bisa teratasi. Pendek kata—sesuai anjuran Sun Tzu—kenalilah bumi dan langit, maka barulah kemenangan seratus persen akan terjamin. Atau, dalam ungkapan lain, berperang dengan tidak salah jalan, dan bertempur dengan tidak hilang akal.

Satu lagi anjuran inspiratif Sun Tzu yang kiranya relevan untuk direnungkan adalah : Meski mengetahui lima keuntungan, tetapi tidak bisa mengatasi perubahan dengan lentur, maka seorang pemimpin atau panglima tak akan mampu menggunakan pasukan dengan sebaik-baiknya.

Terkait meningkatnya penyimpangan internal Polri, sangat penting bagi pimpinan Polri di semua tingkatan merenungkan anjuran Sun Tzu, sebagaimana filusuf dan ahli perang itu mengatakan: Perlakukan anak buahmu dengan kasih sayang dan dengan hadiah. Kendalikanlah mereka dengan disiplin dan hukuman. Jika disiplin telah mendarah daging, maka mereka akan patuh dan  taat. Tapi, jika kedispilinan tidak mendarahdaging, maka mereka tidak akan patuh dan taat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *