Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Manusia Berkarakter Promoter

– Visi Markas Besar –
Dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan, dengan profesionalisme tinggi agar kepercayaan masyarakat terlahir untuk institusi
__________________

Promoter—ditekankan dengan menjalankan tugas pengabdian yang berlandaskan misi, komitmen, dan program prioritas. Adapun ketiadaan sikap professional atau modern, mungkin bisa ditolerir—bisa diperbaiki dengan belajar berdisiplin. Namun, apabila menyangkut kepercayaan—terlebih berhubungan dengan masyarakat, tentu untuk mendapatkan hal itu tidak semudah membangun polri yang professional dan modern.

Dari ketiganya, krisis kepercayaan yang dirasakan polri, merupakan pekerjaan rumah yang sulit diatasi ketimbang tujuan membangun polri yang professional dan modern. Pasalnya, rasa percaya sangat berhubungan dengan hati. Apapun yang berurusan dengan hati—terlepas sudah berusaha professional dan modern, masih belum cukup untuk mendapatkan rasa percaya.

Lakukan tugas dengan ikhlas, melayani masyarakat tanpa pamrih, humanis dalam melakukan tindakan kepolisian, profesi dimuliakan dan masyarakat disejahterakan berikut dengan tetap menjaga keharmonisan keluarga, merupakan aspek-aspek yang akan memberikan dampak pada pelayanan dan hasil. Terlebih, bila dibalut dengan peradaban zaman yang sesuai dengan masyarakat, akan lebih memberikan dampak pelayanan yang lebih prima dan cepat.

Dengan demikian, apabila institusi dan manusia Polri bisa menciptakan professionalisme di era peradaban masyarakat, niscaya akan membuahkan hasil berupa pelayanan terbaik untuk masyarakat. Tentunya, dengan pelayanan yang disuguhkan dengan baik, terlahir kepuasaan dan pekercayaan masyarakat kepada Polri.

Di zaman yang terus berkembang pesat—terlebih untuk mendapatkan public trust— Polri sudah seharusnya meningkatkan sikap professional dengan tidak mengapastiskan peradaban yang ada di tengah kehidupan. Tidak kolot dan kaku serta mampu bermetamorfosis, tetapi tidak keluar dari tugas dan fungsinya sebagai abadi Bhayangkara.

Professional adalah bentuk pelaksanaan dispiliner dan keberhasilan yang disesuaikan dengan hasil lembaga dan disepakati oleh masyarakat. Oleh karenanya, pengakuan professional, tidak bisa disepakati sepihak—Polri mengatakan kinerjanya sudah professional— tetapi masyarakat mengatakan sebaliknya.

Tag ,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *