Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Harkamtibmas dalam Program Nawacita Presiden Joko Widodo

Nawacita adalah bahasa yang diserap dari bahasa Sanskerta. Nawa berarti sembilan dan Cita berarti harapan, agenda, keinginan. Istilah ini merujuk visi dan misi Presiden Jokowi yang berisi agenda pemerintahan. Terdapat sembilan agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti : berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Adapun Nawacita Presiden Jokowi antara lain:

Inspektur Jenderal Polisi Rachmat Mulyana

Terdapat sembilan agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti : berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas sebilan hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Melakukan revolusi karakter Melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.

Demikian menggarisbawahi dengan tebal pada Nawa Cita Pertama Presiden Joko Widodo, sebagaimana telah jelas dinyatakan: Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara melalui keamanan nasional yang terpercaya.

Bahkan, disampaikan pula oleh Presiden Joko Widodo pada apel Kasatwil di Akademi Kepolisian Semarang, tanggal 9 Oktober 2017, Presiden RI Joko Widodo memberikan penekanan bahwa sekecil apapun bentuk konflik sosial harus segera diselesaikan agar tidak mengalami kebingungan mencari air tatkala konflik sosial itu menjadi api. Secara langsung, Presiden Joko Widodo juga memberikan arahan kepada jajaran kepolisian untuk selalu menjaga stabilitas keamanan, sebagaimana hal tersebut diperlukan untuk mengembangkan sektor usaha. Apabila stabilitas keamanan terganggu akan berpengaruh besar pada dinamika kegiatan di masyarakat. Jauh dari pada itu, Presiden Joko Widodo juga meminta Polri tegas dalam menegakan hukum dan mempersiapkan alternatif solusi guna pencegahan konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Itulah mengapa, Polri harus memberikan respon cepat dalam menangani setiap masalah sehingga keadaan dapat segera dikendalikan dan situasi kembali normal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *